Total Pageviews

Monday, August 22, 2011

LAILATUL QADAR

Pada suatu hari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
bercerita kepada para sahabatnya tentang pejuang
dari Bani Israil yang bernama Sam’un. Selama 1000
bulan atau delapan puluh tiga tahun ia tidak pernah
meletakkan senjata atau beristirahat dari perang Fii
Sabilillah. Ia hanya berperang dan berperang demi menegakkan agama Allah tanpa mengenal rasa lelah.
Para sahabat ketika mendengar cerita tersebut,
mereka merasa kecil hati dan merasa iri dengan amal
ibadah dan perjuangan orang tersebut. Mereka ingin
melakukan amal ibadah dan perjuangan yang
sedemikian rupa, tapi bagaimana mungkin untuk melakukannya sedang umur kehidupan mereka
jarang yang mencapai usia lebih dari enam puluh atau
tujuh puluh tahun. Di dalam hadist disebutkan oleh
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Usia
ummatku sekitar enam puluh atau tujuh puluh
tahun”. karena itulah mereka bersedih dan kecil hati. Ketika para sahabat sedang berfikir dan
merenungkan tentang hal itu, dimana mereka merasa
kecil hati karena tidak mungkin berbuat hal yang
telah diperbuat oleh orang Bani Israil yang telah
disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam,
maka datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membawa wahyu dan
kabar kembira kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam dan para sahabatnya. Berkata malaikat
Jibril Alaihis Salaam: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala
telah menurunkan kepadamu ya Rasulullah surat Al
Qadr, dimana di dalamnya terdapat kabar gembira untukmu dan ummatmu, dimana Allah menurunkan
malam Lailatul Qadr, dimana orang yang beramal
pada malam Lailatul Qadr mendapatkan pahala lebih
baik dan lebih besar daridari pada seribu bulan. Maka
amal ibadah yang di kerjakan ummatmu pada malam
Lailatul Qadr lebih baik dari pada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang beribadah selama
delapan puluh tahun”. Lalu malaikat jibril
membacakan surat Al Qadr yang artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al
Qur’an) pada malam kemulian (Lailatul Qadr).”
“Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan”. “malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan”.
Pada malam itu turun para malaikat dan ruh dengan
izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”.
“Malam itu penuh kesejahtraan sampai terbit
fajar”. Maka dengan turunnya wahyu tersebut yang
penuh dengan kabar gembira, Rasulullah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya
merasa senang dan gembira dengan adanya Lailatul
Qadr. Kapankah terjadinya malam Lailatul Qadr ??? Yang
pasti Lailatul Qadr terjadi disetiap bulan Ramadhan,
sebagaimana yang di sepakati oleh Ulama ahli tafsir.
Namun yang menjadi perbedaan pendapat adalah
tentang hari apa dan tanggal berapa terjadinya
malam Lailatul Qadr? Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa suatu hari
Rasulullah menjanjikan para sahabatnya untuk
memberitahukan kepada mereka tentang malam
keberapa akan terjadanya Lailatul Qadr, akan tetapi
karena terjadi perselisihan antara beberapa orang,
maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan waktu kedatangan Lailatul Qadr di malam malam
bulan Ramadhan. Oleh karena itulah para Ulama
mengatakan bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr
ada kemungkinan di awal malam dari bulan
Ramadhan atau di salah satu malam di malam-malam
bulanRamadhan. Didalam suatu hadist Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam yang artinya: “Carilah malam lailatul
qadar dimalam-malam 10 akhir di bulan Ramadhan”. Berkata Al Imam Malik, bahwa kedatangan malam
Lailatul Qadr itu di malam-malam 10 akhir dibulan
Ramadhan dengan tanpa ada ketentuan tanggal atau
malam. Menurut pendapat Imam Syafii, Lailatul Qadr
kemungkinan besar datang pada tanggal 21
Ramadhan, dan menurut Sayyidatuna Aisyah Radhiallahu Anha Lailatul Qadr datang pada tanggal
17 Ramadhan, sedangkan Sayyiduna Abu Dzar dan Al
Hasan Al basri mengatakan bahwasanya kedatangan
malam Lailatul Qadr pada tanggal 25 Ramadhan.
Tetapi pendapat paling banyak diantara para sahabat,
seperti Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Ubay bin Kaab dan Al Imam Ahmad bin Hambal didalam
riwayatnya bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr
pada tanggal 27 Ramadhan dan banyak juga dari
Ulama Ulama besar yang mengatakan bahwa
kedatangan malam Lailatul Qadr dirahasiakan oleh
Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Inilah pendapat-pendapat yang mengatakan tentang
kedatangan malam Lailatul Qadr, lalu bagaimana kita
menyikapi hal tersebut? Perlu kita ketahui hikmah di
rahasiakannya kedatangan malam Lailatul Qadr
adalah agar kita Umat Islam berjaga-jaga dan bersiap-
siap dengan melakukan ibadah disetiap malam dibulan Ramadhan tanpa harus menentukan satu
malam atau menjadikan malam tertentu lebih dari
malam lainnya. Kita harus meningkatkan nilai-nilai
ibadah kita dibulan Ramadhan dengan prinsip malam
ini lebih baik dari malam kemarin dan seterusnya, dan
berharap pada Allah SWT agar diberi taufik untuk beribadah pada malam Lailatul Qadr, sehingga kita
mendapatkan ucapan salam dari para malaikat yang
turun ke bumi dan masuk ke setiap rumah orang-
orang mu’min untuk memberikan salam dan
mendoakan kepada penghuni rumah. Bahkan di
riwayatkan didalam hadist oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam didalam khutbahnya: “Barangsiapa
memberikan makanan untuk orang berbuka puasa
dari hartanya yang halal maka malaikat memintakan
ampunan dari Allah atas dosa-dosanya sepanjang
bulan Ramadhan dan disaalmi oleh Jibril Alaihis
Salaam dimalam Lailatul Qadr dan barang siapa yang disalami oleh jibril niscaya lembut hatinya dan banyak
air matanya”. Dan apa bila kita ingin mengetahui
apakah rumah kita telah di masuki oleh para malaikat
dan kita telah di salami olah malaikat Jibril di malam
Lailatul Qadr, maka lihatlah diri kita apakah hati kita
lembut apakah mata kita selalu mencucurkan air matanya karena Allah? Maka apabila kita telah dapati
hal hal tersebut di diri kita maka kita termasuk
didalam golongan orang-orang yang berbahagia yang
melebihi orang-orang ahli ibadah dari kalangan Bani
Israil dan kita termasuk didalam golongan orang-
orang yang patut untuk dibanggakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di hari kiamat nanti di
hadapan para Nabi dan Rasul. Di katakan oleh para Ulama bahwa diantara tanda-
tanda malam Lailatul Qadr adalah pagi harinya
matahari bersinar cerah, tetapi sinarnya tidak terlalu
panas dan hari itu penuh dengan ketenangan dan
ketenteraman sehingga dikatakan tidak terdengar
gonggongan anjing, dan banyak lagi tanda-tanda yang lainnya. Dan juga banyak dari orang-orang yang
berhati suci mengetahui kedatangan malam Lailatul
Qadr. Sehinngga diriwayatkan didalam hadist
bahwasanya istri Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam Sayyidatuna Aisyah Radhiallahu Anha
bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Ya Rasulullah apabila aku mengetahui
kedatangan malam Lailatul Qadr apa yang aku
baca?” Maka menjawab Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam: “Ya Aisyah apabila egkau mengetahui
kedatangan Lailatul Qadr maka bacalah ya Allah
sesungguhnya engkau maha pengampun dan menyukai ampunan maka ampunilah aku”. Dari sini kita mengambil kesimpulan bahwa beberapa
orang mengetahui tentang kedatangan malam karena
itulah Sayyidatuna Aisyah berkata: “Apabila aku
mengetahuinya” dan Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam menjawab pertanyaan Sayyidatuna Aisyah
sebab apabila pertaanyaan Sayyidatuna Aisyah salah, dan tidak ada orang yang mengetahui kedatangan
Lailatul Qadr maka untuk apa Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam menjawab pertanyaan Sayyidatuna
Aisyah. Oleh karena itulah diriwayatkan oleh ahli
sejarah bahwa dibeberapa kota muslim yang penuh
dengan Ulama, seperti di negeri Yaman perempuan- perempuan berbincang-bincang dengan sesama
mereka (mengosip) dan mereka mengatakan kepada
temannya: “Apakah kamu melihat Lailatul Qadr
semalam?” Maka temannya menjawab: “Ya aku
pun melihatnya”. Dan begitulah yang menjadi
obrolan mereka di pagi hari Lailatul Qadr.

No comments:

Post a Comment