Total Pageviews

Friday, September 30, 2011

SABAR (DALAM ARTI YANG SESUNGGUHNYA)

Pertamakali perlu kita
pahami dulu arti sabar dari segi bahasa. Al-Imam Abu
Bakar Ar-Razi menjelaskan bahwa arti “Sabar” dari
segi bahasa adalah: “Habsun-Nafsi ‘Anil-Jaza’i”;
artinya: “Menahan diri dari keluh kesah”. Para ‘ulama mengatakan bahwa “Sabar” itu ada 3
(tiga) tingkat. Tingkat pertama, bersabar dalam
melaksanakan ketaatan kepada Allah, yaitu dalam
melaksanakan perintah Allah. Tingkat kedua,
bersabar dalam meninggalkan larangan Allah. Dan
tingkat ketiga, bersabar dalam ujian dan cobaan Allah. Jadi, jika seseorang sudah membiasakan atau
melatih dirinya untuk bersabar dalam melaksanakan
perintah Allah dan juga menjauhi larangan Allah,
maka ia akan mampu bersabar ketika mendapat ujian
dan cobaan. Artinya, dalam keadaan cobaan yang
bagaimana pun, ia dapat terus melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Tidak demikian
halnya bagi orang yang tidak biasa menjalankan
perintah Allah serta meninggalkan larangan Allah. Ia
tidak akan mampu bersabar pada saat mendapat
cobaan dari Allah.
(1) Ada 3 (tiga) hal yang harus diupayakan agar memperoleh kesabaran. Pertama: Berdo’a dengan
do’a: “Rabbana Afrigh ‘Alainash-Shabra Wa
Tsabbit Aqdamana Wan-Shurna ‘Alal-Qaumil-
Kafirin”. Artinya: “Ya Rabb kami, curahkanlah
kesabaran pada kami, dan teguhkanlah pendirian
kami, dan tolonglah kami dalam menghadapi orang2 yg. kafir” (Surah Al-Baqarah (2):250). Kedua:
Berusaha dengan sungguh2 untuk bersikap sabar,
sebagaimana firman Allah dalam surah Ali ‘Imran
(3) ayat 200: “Ya Ayyuhal-Ladzina Amanush-Biru Wa
Shabiru…”. Artinya: “Hai orang2 yang berman,
bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian…”. Disebutkan dalam sebuah riwayat dari
Nabi saw: “Man Tashabbara Shabbarallahu
‘alaihi”. Artinya: “Siapa-saja yang berusaha
untuk sabar, maka Allah akan memberikan
kesabaran padanya”. Dan yang ketiga: Saling
menasehati sesama muslim untuk senantiasa bersabar, sebagaimana firman Allah dalam surah
Al-’Ashr (103) ayat ke 3: “Wa Tawashau Bish-
Shabri”. Artinya: “Dan mereka saling berwasiat
dengan kesabaran”. Maksudnya: Menanamkan
kesabaran juga harus melalui saling nasehat
menasehati.Inilah 3 (tiga) langkah yang merupakan manhaj (metode) Al-Quran untuk memperoleh
kesabaran.
(2) Sebetulnya surah Al-Baqarah (2) ayat 45-46 itu
turun berkaitan dengan Bani Israil atau Ahli Kitab
(Yahudi dan Nasrani) yang ada pada zaman Rasulullah
saw, sebagaimana disebutkan pada beberapa ayat sebelumnya, yaitu mulai dari ayat 40 s/d ayat 44;
yang mengandung beberapa perintah dan larangan
serta teguran Allah kepada mereka. Untuk itulah Allah
memerintahkan mereka untuk minta tolong kepada-
Nya dengan sabar dan shalat (ayat 45), yaitu minta
tolong agar dapat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah; karena hal itu merupakan
perkara yang berat, kecuali bagi orang2 yang
khusyu’ (tunduk). Dan ayat 46 menjelaskan
pengertian khusyu’ yang sebenarnya. Jadi, perintah
sabar dan minta tolong di sini tidak berkaitan dengan
musibah, akan tetapi berkaitan dengan kewajiban menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.

Sumber: asiisc.net

No comments:

Post a Comment